This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 05 April 2015

Tips memasang Crimping dan Konektor RJ45 Pada Kabel UTP/LAN

Tips untuk memasang Kabel ke Konektor
1. Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping tool.
2. Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas) 


3. Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Straight atau T568A. Apabila anda merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel.
4. Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.

p4140107
5. Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.
p4140109
6. Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.
p4140109
7. Setelah anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi didalam crimp tool anda bisa memastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong kabel kedalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk kedalam konektor RJ-45.
8. Kemudian anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila anda kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.
crimp tool 
9. Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi.
10. Apabila anda yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada. Apabila anda tidak memiliki LAN tester jangan takut anda cukup melihat kembali kabel yang sudah terpasang, memastikan bahwa anda sudah cukup kuat memasang nya dan semua ujung kabel terlihat dari bagian depan RJ-45 maka hampir bisa dipastikan pemasangan kabel UTP tersebut sukses.
LAN tester

Wireless Bridge &. Access Point

Jalur akses nirkabel (wireless) konektivitas link ini merupakan salah satu jaringan yang dapat menghubungkan komputer tanpa menggunakan kabel, tetapi secara struktural jaringan ini dirancang untuk melayani tujuan yang sedikit berbeda. Perbedaan Wireless dan Access Point yang  disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk menjelaskan perbedaan antara fungsi dan aplikasi dari kedua perangkat ini. Pemasangan jaringan nirkabel yang luas untuk ruang kantor perusahaan membutuhkan instalasi perangkat jaringan yang cukup banyak, yang memfasilitasi konektivitas melalui jaringan secara keseluruhan. Dua perangkat tersebut 'Wireless Bridges' dan 'Acces Point . Karena keduanya memiliki fungsi yang sama saya mencoba menyajikan perbedaan kedua perangkat ini.

Wireless Bridge

saya menyebut perangkat ini
 dengan Bridge Network. Sebuah jaringan komputer dan dibagi ke dalam berbagai segmen yang perlu terintegrasi secara bersamaan. Sebuah jaringan yang menghubungkan segmen jaringan tersebut dibagi (share) bersama-sama, serta memfasilitasi dalam berbagi data. Sebelum adanya teknologi Wi-Fi, jaringan yang terhubung melalui kabel (ethernet)l. Secara khusus, dalam konteks dari model OSI, jembatan jaringan menghubungkan segmen pada layer 2 (data link layer).

perangkat
ini sangat cerdas dibandingkan dengan hub dan repeater, yang mengontrol aliran data secara bersamaan , dari segmen jaringan yang terhubung. Sebuah jembatan nirkabel melakukan fungsi yang sama yang menghubungkan segmen jaringan, tetapi apakah itu melalui link Wi-Fi, bukan link ethernet kabel. Hal ini dapat menghubungkan dua jaringan bersama-sama dengan radio link, untuk memfasilitasi pemindahan konektivitas dan data di antara jaringan ini.

Bridge Network  tersebut juga dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan ethernet, dengan titik akses atau router nirkabel, untuk konektivitas internet. Menggunakan 'Sistem Distribusi Nirkabel', Bridge Network ditetapkan untuk menghubungkan beberapa jaringan. Ada lebih dari satu jenis jembatan nirkabel, mulai dari yang dasar, yang memfasilitasi konektivitas ethernet dengan titik akses nirkabel.

Wireless Access
Point.
Se
suai dengan  namanya, Wireless Access Point poin menyediakan akses Internet dengan menghubungkan perangkat nirkabel dengan router dan bertindak sebagai extender dari jaringan Wi-Fi, dengan langsung menyediakan akses Internet jarak jauh. Dikenal sebagai 'Hotspot Wireless, dan  jaringan ini paling banyak digunakan. Dengan demikian titik akses nirkabel menyediakan layanan Internet dan konektivitas LAN untuk beberapa perangkat secara bersamaan.
Beberapa jalur akses nirkabel juga menyediakan fungsi jembatan nirkabel, dengan menyediakan konektivitas antara dua jaringan nirkabel. Jalur akses modern dapat menghubungkan lebih dari 200 perangkat nirkabel secara bersamaan. Beberapa jalur akses nirkabel di router nirkabel fakta yang langsung memberikan akses Internet, melalui koneksi dengan modem.

Mengenal Perbedaan Hub, Switch, Bridge dan Router

Untuk menghubungkan komputer dalam sebuah jaringan, kita kadang mendengar istilah Hub, Switch, Bridge dan Router, lantas apa perbedaan diantara keempat peralatan tersebut?. Tulisan ini saya rangkum dari berbagai sumber terutama modul kuliah jaringan komputer yang pernah saya dapatkan. Berikut definisi dan perbedaan Hub, Switch, Bridge dan Router.

Hub

  • Suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star.
  • Beberapa hub di pasaran kadang disebut dengan istilah hub-switch yang sering dikira oleh kita sebagai switch, tentu saja hub lebih lambat performanya daripada switch.
    hub
  • Cara Kerja:
    Ketika sebuah paket tiba di salah satu port, paket itu akan disalin ke port-port yang lain di hub. Atau dengan kata lain hub hanya menyalin data ke semua simpul yang terhubung ke hub. Hal ini menyebabkan unjuk kerja jaringan akan lambat.
  • Hub dengan spesifikasi 10/100Mbps harus berbagi bandwidth dengan masing-masing port. Jadi ketika hanya satu PC yang menggunakan, akan mendapat akses bandwith yang maksimum yang tersedia. Namun, jika beberapa PC beroperasi atau di gunakan pada jaringan tersebut, maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC, sehingga akan menurunkan kinerja jaringan
  • Simulasi cara kerja Hub dapat dilihat di: http://goo.gl/P26dXp

Bridge
  • Berfungsi menghubungkan dua buah LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu LAN yang jauh lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa Bridge.
  • Bridge dapat menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet).
  • Bridge dapat menghubungkan dua LAN yang kedua-duanya menggunakan metode transmisi baseband atau broadbrand ataupun LAN dengan baseband dan LAN dengan broadband atau metode akses CSMA/CD dengan token passing dan sebagainya bergantung pada jenis Bridge yang digunakan.
  • Salah satu contohnya adalah Cisco-Linksys WET54G Wireless-G Ethernet Bridge seperti tampak pada gambar dibawah:

    Cisco-Linksys WET54G Wireless-G Ethernet Bridge

  • Cara Kerja:
    Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket paket diteruskan ke segmen tujuan. Dengan demikian bridge juga mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.
  • Bridge bekerja pada lapisan physical layer dan data link layer, sehingga akan mempengaruhi unjuk kerja LAN bila sering terjadi komunikasi sistem yang berada di LAN yang berbeda yang terhubung oleh Bridge.
  • Simulasi cara kerja Bridge dapat dilihat di:  http://goo.gl/QgsKt2
Switch
  • Switch bentuknya hampir sama dengan hub.
  • Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN Switch merupakan perluasan dari konsep bridge.
  • Salah satu contohnya adalah HP Procurve V1810-8G yang merupakan 8 Port Gigabit Switch.
    HP V1810-8G 8 Port Gigabit Switch
  • Cara Kerja:
    Ada dua arsitektur dasar yang digunakan yaitu: cut-through dan store and forward.
  • Switch cut trough memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya. Sedangkan Switch store and forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk meneriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.
  • Switch dengan spesifikasi 10/100Mbps akan mengalokasikan 10/100Mbps penuh untuk setiap port nya. Jadi berapapun jumlah computer yang terhubung, pengguna akan selalu memiliki bandwidth penuh.
  • Simulasi cara kerja Switch dapat dilihat di: http://goo.gl/1mhj3g
Router
  • Berfungsi agar data sampai ke tempat tujuan pada jaringan sesuai yang dikehendaki. 
  • Router biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan lokalke internet.
  • Salah satu contohnya adalah Mikrotik Router dan Linksys WRT54GL yang dalam pengaturan konfigurasinya bisa berfungsi juga sebagai bridge atau switch.
  • Cara Kerja:
    Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protocol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logical bukan fisikal.
  • Router dapat memilih jalan alternatif yang terbaik (rute terbaik untuk transportasi data.), bila memang ada beberapa jalan untuk mencapai tujuan atau bila salah satu jalan ke tempat tujuan terputus karena sesuatu hal.
  • Router bekerja pada lapisan physical, data link dan network layer, sehingga tidak dapat digunakan sembarangan.
  • Router umumnya paling tidak terhubung ke dua jaringan., dua LAN atau WAN ke LAN dan jaringan dari ISP ( Internet Service Provider). Beberapa modem DSL dan cable modem juga memiliki fungsi router yang terintegrasi ke dalamnya sehingga memungkinkan beberapa computer membentuk jaringan dan langsung terhubung ke internet.
  • Apabila hub, bridge dan switch merupakan networking device maka router merupakan internetworking device.
  • Simulasi cara kerja Router dapat dilihat di: http://goo.gl/k3Hbrk
Oh ya file-file simulasi hub, bridge, switch dan router diatas dalam bentuk .swf file sehingga untuk membukanya bisa langsung menggunakan browser atau dengan menggunakan flashplayer. Demikianlah definisi dan perbedaan antara Hub, Bridge, Switch dan Router, apabila ada kekurangan dan kesalahannya tolong dikoreksi ya,, trims.

Penyebab Mozilla Firefox Sering Crash dan Solusinya

Jocker ID - Masih berbicara tentang Mozilla Firefox dan perawatannya. Dan bagaimana, apa yang terjadi jika Mozilla Firefox anda jarang dilakukan perawatan? Sangat mudah dipastikan bahwa browser kesayangan anda ini akan mudah Crash alias ngelag, atau hang. Banyak faktor yang mempengaruhi masalah ini, tapi jangan khawatir karena saya akan memberikan tips sehat untuk browser yang satu ini supaya tak mengalami stres atau crash. Contoh gambar bila Mozilla Firefox anda mengalami crash adalah memunculkan dialog seperti di bawah ini.
Mozilla Firefox Crash
Image: Mozilla Forum
Langsung saja, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan kenapa Mozilla Firefox anda sering mengalami crash serta solusinya. (sebagai catatan, ini berbicara bila dalam keadaan koneksi internet yang normal/lancar)

1. Cache dan History. Cache memang sangat berguna untuk mempercepat loading situs yang sering kita lihat, tapi akan berdampak buruk bila cache dan history yang ada pada Mozilla Firefox melebihi kapasitas yang ditentukan. Terkadang orang malas untuk menghapusnya padahal itu sangatlah mudah. Hapuslah semua riwayat dan cache browser anda untuk menghindari terjadinya crash, biasakan satu bulan sekali atau satu minggu sekali itu lebih baik.
2. Out to Date. Out to date kebalikan dari Up to date adalah dalam bahasa sederhananya berarti kadaluarsa, ini terjadi pada beberapa plugin dan aplikasi pada komputer anda seiring berjalannya waktu. Biasanya terjadi pada aplikasi Java dan Adobe Flash, bila anda ingin melakukan update plugin silakan baca artikel saya tentang Cara Update Plugin Mozilla Firefox yang kemarin. Dengan melakukan update aplikasi dan plugin ini akan membantu kinerja mozilla menjadi lebih baik.
3. Trial Version. Aplikasi yang berlabel trial atau belum full version memang menjadi masalah serius bagi alat surfing/browser. Kenapa demikian? Karena seperti yang diketahui bahwa aplikasi yang berlabel trial ini akan selalu terhubung dengan server developernya melalui jaringan internet, secara tidak langsung akan membagi kemampuan koneksi internet dengan Firefox yang anda gunakan. Jadi tak bisa dihindarkan lagi bila Mozilla Firefox anda akan mengalami crash. Solusi yang paling tepat untuk masalah ini adalah mengubah aplikasi yang trial itu menjadi full version (saya tak menganjurkan anda untuk melakukan crack atau patch, silakan baca di sini penyebabnya). Atau anda bisa menghapus aplikasi tersebut bila memang tak terlalu dibutuhkan.
4. Virus. Bila 3 poin di atas tak ada hubungannya dengan perangkat anda, bisa saja komputer anda sedang sakit terjangkit virus. Coba lakukan reset pada browser anda, silakan baca artikel saya tentang Cara Melakukan Reset Mozilla Firefox. Bila setelah melakukan reset browser masih mengalami ketidak wajaran, lakukan scanning pada komputer atau laptop anda menggunakan antivirus seperti avira, avg atau avast (jangan menggunakan produk lokal jika ingin maksimal).
5. New version. Crash bisa terjadi juga bila model browser anda sudah ketinggalan zaman. Seringlah melakukan update versi yang terbaru untuk browser mozilla, karena dengan melakukan update yang kontinyu saya jamin Firefox anda takkan mengalami crash yang mengganggu kegiatan anda.
Itulah 5 poin tentang penyebab dan solusi bila Mozilla Firefox Mengalami Crash. Semoga bermanfaat untuk anda.

MENGENAL BRIDGE JARINGAN KOMPUTER



SUBSTANSI :
1. PENGERTIAN
2. LATAR BELAKANG
3. FUNGSI DAN CARA KERJA BRIDGE
4. JENIS BRIDGE JARINGAN
5. KARAKTERISTIK BRIDGE
6. KEUNTUNGAN BRIDGE
7. KELEMAHAN PADA BRIDGE




1. PENGERTIAN

Bridge adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk memecah jaringan yang besar. Bridge bekerja pada layer data-link dari model OSI. Bridge bekerja dengan mengenali alamat MAC asal yang mentransmisi data ke jaringan dan secara otomatis membangun sebuah table internal. Tabel ini berfungsi untuk menentukan ke segmen mana paket akan di route dan menyediakan kemampuan filtering.
2. LATAR BELAKANG
Banyak organisasi/perusahaan yang memiliki lebih dari satu LAN dan berkeinginan untuk menghubungkan LAN-LAN nya itu. LAN dapat dihubungkan dengan perangkat yang disebut Bridge, yang beropreasi dalam data link layer. Pernyataan ini berarti bahwa Bridge tidak memeriksa header network layer dan kemudian dapat menyalin paket-paket IP, IPX dan OSI sama baiknya, sebaliknya IP murni dan IPX atau router OSI hanya dapat menangani paket yang bersal dari dirinya sendiri.
Ada enam alasan mengapa sebuah organisasi/perusahaan memekai beberapa buah LAN, yaitu :
  1. Banyak departemen di universitas atau perusahaan memiliki LAN-nya masing-masing. Hal ini terutama ditujukan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi, workstation dan servernya sendiri. Karena tujuan dari berbagai departemen berbeda, maka departemen yang berbedaakan memilih LAN yang berlainan pula, tanpamempertimbangkan LAN yang dipilih oleh departemen lainnya. Cepat atau lambat akan terjadi kebutuhan untuk berinteraksi, karena itu diperlukan Bridge. Dalam contoh ini beberapa Lan terbentuk disebabkan otonomi masing-masing pemiliknya.
  2. Organisasi mungkin secara geografis tersebar di beberapa bangunan yang terpisah cukup jauh. Maka akan lebih murah untuk memiliki LAN terpisah di masing-masing bangunan dan menghubungkannya dengan bridge dan link infra merah dibanding harus memakai kabel coaxial yang menghubungkan semua tempat kedudukan LAN itu.    
  3. Mungkin perlu dipisahkan apa yang secara logikanya berupa LAN tunggal menjadi LAN-LAN yang terpisah untuk mengakomodasi beban. Misalnya, di banyak universitas terdapat ribuam workstation yang bisa digunakan oleh mahasiswa dan dosen. Biasanya file berada di mesin file sever, dan didownload ke mesin pengguna berdasarkan permintaan. Besarnya ukuran sistem ini menghambat penyimpanan seluruh workstation di dalam LAN tunggal, total lebar pita yang diperlukan terlalu besar. Karena itu digunakan beberapa LAN yang dihubungkan oleh bridge . masing-masing LAN berisi cluster workstation yang memiliki file server nya sendiri, sehingga sebagian besar lalu lintas dibatasi ke sebuah LAN tunggal dan tidak menambah beban ke backbone.
  4. Beberapa situasi LAN tunggal akan cukup memadai dalam hal bebannya, namun jarak fisik antara kedua mesin terjauhnya terlalu besar. Bahkan bila pemasangan kabelnya cukup mudah, jaringan tidak akan bekerja karena terlalu banyak delay pulang pergi yang cukup panjang. Satu-satunya penyelesaian adalah dengan membagi-bagi LAN dan memasang bridge di antara segmen-segmennya. Dengan menggunakan bridge, maka jarak fisik total yang tercakup akan bertambah.
  5. Terdapatnya masalah dalam hal reliabilitas. Pada sebuah LAN tunggal, simpul yang rusak tetap mengeluarkan aliran kontinyu sampah akan membuat Lan menjadi pincang. Bridge dapat disisipkan pada tempat-tempat yang kritis, seperti halnya pintu darurat pada bangunan, untuk mencegah simpul tunggal yang sulit ikendalikan untuk menyebabkan sistem keseluruhan menjadi tidak berfungsi. Tidak seperti repeater, yang hanya menyalin apa saja yang dilihatnya, bridge dapat diprogram untuk melatih bebrapa kebijakan tentang apa saja yang harus disampaikan dan apa saja yang tidak perlu disampaikan.
  6. Bridge dapat memberikan kontribusinya terhadap keamanan organisasi. Sebagian besar antarmuka LAN memiliki mode tidak membeda-bedakan, di mana semua frame diberikan ke komputer tidak hanya yang di alamatkan ke komputer. Mata-mata dan orang lain ingin selalu tahu urusan orang lain sangat menyenangi fitur ini. Dengan menyisipkan bridge ke beberapa tempat dan secarahati-hati tidak meneruskan lalu lintas yang spesifik, mungkin saja dilakukan pengisolasian bagian-bagian jaringan sehingga lalu lintasnya tidak akan menyimpang dan jatuh ke tangan yang salah.
3. FUNGSI DAN CARA KERJA BRIDGE
Bridge, juga dikenal sebagai switch layer 2, dari perngertiannya bridge adalah perangkat keras yang digunakan untuk membuat koneksi antara dua jaringan komputer yang terpisah atau untuk membagi satu jaringan menjadi dua. Kedua jaringan komputer ini biasanya menggunakan protokol yang sama; Ethernet adalah contoh dari protokol ini.
Fungsi Bridge ini tidak terbatas pada Personal Komputer (PC), printer, router, switch dan hub. Perangkat yang terhubung ke jaringan melalui kartu adapter Ethernet memiliki apa yang dikenal sebagai alamat Media Access Control (MAC), juga disebut alamat fisik dari perangkat keras. Inilah yang secara unik mengidentifikasi perangkat untuk alamat yang kemudian dapat menentukan mana jaringan perangkat sedang terhubung.
Fungsi Bridge terutama untuk meneruskan data berdasarkan alamat MAC dari perangkat pengirim dan penerima. Operasi ini membantu untuk menghilangkan apa yang dikenal sebagai collision domain. Salah satu cara untuk mendefinisikan sebuah collision domain adalah jaringan di mana satu perangkat, juga disebut simpul, memaksa semua alat lain untuk menerima ketika sedang mengirim paket data. Definisi lain menyatakan bahwa domain tabrakan terjadi ketika dua atau lebih perangkat mencoba untuk mengirimkan informasi pada saat yang sama persis. Jaringan menjalankan Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection (CSMA / CD) harus, secara teori, dilindungi dari tabrakan yang terjadi, tetapi CSMA/CD ini bisa saja gagal.
Setiap kali tabrakan terjadi, transmisi paket data yang efisien sangat dikompromikan. Semakin banyak perangkat yang berada di jaringan mencoba untuk mengirimkan data, semakin besar peluang tabrakan terjadi. Sebuah Fungsi Bridge dapat digunakan untuk segmen satu jaringan menjadi dua, sehingga mengurangi jumlah perangkat bersaing untuk hak transmisi. Misalnya, jika jaringan A memiliki 20 perangkat, ada kemungkinan bahwa dua atau lebih dari mereka akan mencoba untuk mengirimkan data pada saat yang sama dan menyebabkan tabrakan. Jika Network Bridge ditambahkan, dapat membagi jaringan A ke jaringan A dan B dengan masing-masing 10 perangkat.
Setelah Network Bridge dimasukkan, maka akan dimulai “pengaturan” transmisi data dalam perangkat pada dua jaringan. Network Bridge menyelesaikan ini dengan merekam alamat MAC dari perangkat dalam sebuah tabel yang secara otomatis dihasilkan tanpa diprogram untuk melakukannya. Ketika perangkat pertama mentransmisikan data, Network Bridge akan menambahkan alamat MAC sebagai tabel forwarding untuk referensi di masa mendatang. Network Bridge juga melihat alamat MAC dari tujuan atau perangkat penerima. Jika tidak muncul dalam tabel, Network Bridge akan menyiarkan paket data ke semua perangkat pada kedua jaringan untuk menemukan tujuan.
Tabel forwarding langsung dibangun, Network Bridge tidak harus menunggu sampai menerima transmisi dari perangkat sebelum dapat belajar dengan alamat MAC. MAC address dari perangkat penerima juga harus mempelajari saluran, pencarian lokasi tujuan. Setelah tujuan merespon, alamatnya juga ditambahkan ke tabel forwarding dari Network Bridge. Akhirnya, semua alamat MAC akan ditangkap dan data paket akan efisien dialihkan langsung ke tempat tujuan. Ini akan terjadi tanpa semua perangkat harus mengantri untuk proses transmisi.
4. JENIS BRIDGE JARINGAN
  1. Bridge Lokal: sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal. Yaitu bridge yang mengkoneksikan media kabel yang satu dengan media kabel lainnya, contoh penggunaannya dapat dilihat pada hub,switch, atau modem.
  2. Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
  3. Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel atau beberapa media yang koneksinya media wireless. Aplikasinya dapat di lihat pada fungsi Acces Point untuk implementasi Hostpot.
5. KARAKTERISTIK BRIDGE
  1. Bridge dapat mengontrol broadcast pada jaringan yang terkoneksi melalui dirinya.
  2. Seperti halnya fungsi switch, Bridge juga dapat mempelajari paket frame yang diterima dan alamat MAC tujuan untuk melakukan transmisi data/paket.
  3. Bridge dapat membantu membuat segmen jaringan luas menjadi lebih kecil agar mudah di monitor.
  4. Bridge juga dapat melakukan routing.
6. KEUNTUNGAN BRIDGE
  1. Memindahkan data melewati intermediate network dengan protokol yang tidak sama.
  2. Dapat mengurangi collision atau tabrakan pada saat pengiriman paket dalam jaringan.
  3. Memungkinkan koneksi pada jenis network yang berbeda.
  4. Dapat mengembangkan kapasitas network dan mengurangi resiko kepadatan traffic.

7. KELEMAHAN PADA BRIDGE
  1. Bridge tidak dapat memblokir paket broadcast
  2. Menambah delay pada jaringan.
  3. Bila alamat yang di terima tidak di kenal oleh bridge, maka dapat di siarkan berita ke jaringan segmen lain serta perihal ini bisa mengakibatkan berlangsungnya broadcast strom ( badai siaran ) yang dampaknya bisa bikin jaringan macet keseluruhan.
  4. Meskipun bisa mempunyai domain collision yang tidak sama, namun peralatan bridge cuma mempunyai satu broadcat domain.
  5. Tehnik bridging dapat mengonsumsi banyak bandwidth.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com